![]() |
| Bernardino Ginting, Ketua Panitia Dialog Kebangsaan |
Perdagangan orang (human trafficking) masih menjadi persoalan serius di wilayah perbatasan Indonesia, termasuk Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dalam delapan bulan pertama tahun 2025, Polda Kepulauan Riau mencatat sedikitnya 60 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan 84 tersangka. Kejahatan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merupakan pelanggaran berat terhadap martabat kemanusiaan.
Merespons situasi tersebut, Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Gereja Katolik Kevikepan Kepulauan Riau, Keuskupan Pangkalpinang, bekerja sama dengan Yayasan Stella Maris Batam, akan menyelenggarakan Dialog Kebangsaan Peran Tokoh Agama dalam Menangani Human Trafficking. Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, bertempat di Ferdinand De Suez Room, Pacific Palace Hotel, Batam, dengan mengusung tema “Sinergi Lintas Iman Memutus Mata Rantai Human Trafficking.”
Dialog kebangsaan ini menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama, antara lain RP. Asensius Guntur, CS (Katolik), KH. Dr. Muhammad Zainuddin (Islam), Pdt. Josep A. Sembiring, M.Th (Protestan), Sumardi, S.Pd.B., M.Pd (Buddha), serta Made Karmawan, S.Ag (Hindu). Forum ini akan dipandu oleh RD. Agustinus Dwi Pramodo, Pastor Paroki Tanjungpinang sekaligus Vikep Kategorial Keuskupan Pangkalpinang.
![]() |
| RP. Ansensius Guntur, CS, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan, Kevikepan Kepri |
Ketua Komisi HAAK Kevikepan Kepulauan Riau, RP. Asensius Guntur, CS, menegaskan bahwa perdagangan orang merupakan luka kemanusiaan yang menuntut respons bersama lintas iman.
“Perdagangan orang bukan hanya persoalan hukum, melainkan panggilan iman. Agama-agama dipanggil untuk bersatu, bersuara, dan bertindak bersama dalam melindungi martabat manusia,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Dialog Kebangsaan, Bernardino Ginting, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai ruang diskusi, tetapi sebagai langkah awal membangun jejaring dan kerja sama konkret lintas iman dalam upaya pencegahan perdagangan orang, khususnya di Kota Batam dan wilayah Kepulauan Riau.
Sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan lintas iman, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan kolaborasi lintas iman, salah satunya melalui Tim Hadroh MWC NU Sekupang bersama OMK Kerahiman Ilahi Tiban, yang merefleksikan semangat harmoni di tengah keberagaman.*
.png)

