Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sharing Session Stella Maris Batam; Berbagi Cerita Bersama Mantan Pekerja Kapal Ikan Taiwan

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-08T06:06:35Z


Stella Maris Batam mengadakan kegiatan berbagi pengalaman (Sharing Session) bersama salah seorang pekerja kapal perikanan, Selasa (7/4). Acara yang dilaksanakan di Kantor Stella Maris Batam ini dihadiri oleh 15 peserta dan didampingi oleh para relawan Stella Maris Batam. Kegiatan ini menghadirkan Bastianus Martino, seorang ABK yang pernah bekerja di kapal ikan Taiwan, untuk menceritakan kenyataan hidup yang ia alami selama berada di laut lepas.

Bastianus mulai bekerja di Taiwan pada awal tahun 2018. Dalam ceritanya, ia menggambarkan betapa beratnya perjuangan fisik di tengah Samudra Pasifik. Ia seringkali harus tetap bekerja selama 18 jam sehari meski sedang dalam kondisi demam karena cuaca ekstrem.

"Waktu istirahat kami hanya 3 sampai 4 jam. Pekerjaan seperti bongkar pasang jaring ikan dan menjaga kapal terus berjalan tanpa henti, bahkan saat ombak setinggi 7 meter menghantam kapal," kenang Bastianus. Ia juga menceritakan risiko besar yang pernah ia hadapi ketika kapal hampir tenggelam karena muatan ikan tuna yang melebihi kapasitas 100 ton.

Meski mendapatkan upah sebesar 300 USD per bulan melalui agen, tantangan terberat bagi Bastianus adalah rasa rindu pada keluarga. Di tengah laut, ia tidak memiliki akses internet untuk memberikan kabar. Satu-satunya hiburan hanyalah pemandangan laut, dan ia sempat berusaha mencari lokasi Gereja melalui peta digital saat sedang bersandar hingga akhirnya bertemu dengan Romo Ansensius Guntur atau Romo Yance.

Kehidupan setelah habis kontrak pun tidak mudah. Bastianus menceritakan bahwa ia sempat tertipu oleh oknum agen di Jakarta saat ingin mengurus sertifikasi lanjutan. Meskipun sudah membayar sebesar Rp15 juta, agen tersebut menghilang dan tidak bisa dihubungi lagi.

Menanggapi kesaksian tersebut, Romo Yance memberikan catatan penting mengenai kondisi keamanan para pekerja kapal. Ia menyoroti ketiadaan Tim Medis; menurutnya, jika terjadi kecelakaan atau sakit parah di tengah laut, tidak ada petugas medis di kapal. Bahkan, karena daratan sangat jauh, pekerja yang meninggal dunia terpaksa disimpan di dalam lemari pendingin freezer tempat penyimpanan ikan.

 Romo Yance juga menyoroti masalah Kontrak. Menurutnya banyak pekerja yang menjadi korban pemotongan gaji yang tidak jelas oleh pihak agen yang tidak bertanggung jawab.

Menutup kegiatan Romo Yance mengingatkan siapa saja yang hendak bekerja sebagai ABK Kapal Perikanan untuk memastikan situasi kapal terutama kontrak kerja yang jelas.* (Jeje/Stella Maris)

×
Berita Terbaru Update