Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak-anak Paroki Kerahiman Ilahi Belajar Kebersamaan dalam Keberagaman melalui Kunjungan Lintas Agama

Kamis, 27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T07:46:07Z


Sebanyak 61 anak didampingi 20 orang pendamping mengikuti kegiatan bertajuk “Mewujudkan Kebersamaan dalam Keberagaman” yang diselenggarakan oleh Paroki Kerahiman Ilahi Tiban, batam melalui Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Bersama serta Seksi Bina Iman Anak dan Remaja (BIA/BIR), Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan kunjungan edukatif ke Pura Agung Amertha Buana dan Vihara Manggala Batam. Melalui kunjungan itu, anak-anak diajak mengenal secara langsung kehidupan keagamaan dan tempat ibadah umat lain sekaligus membangun pemahaman bahwa perbedaan agama dan kepercayaan bukanlah penghalang untuk menjalin persahabatan.

Sebaliknya, keberagaman dipandang sebagai kesempatan untuk saling mengenal, belajar, dan membangun hubungan yang dilandasi rasa hormat, persaudaraan, serta sikap saling menghargai.

Diakon Klaudius Heronimus Luruk, CS, yang mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas inisiatif yang digagas Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Paroki Kerahiman Ilahi.

“Ini merupakan sebuah inisiatif yang luar biasa. Anak-anak tidak hanya belajar tentang keberagaman dari buku atau penjelasan di dalam kelas, tetapi mereka diajak untuk mengalami dan melihat secara langsung bagaimana umat dengan latar belakang agama dan kepercayaan yang berbeda menjalankan kehidupan keagamaannya,” ujarnya.

Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak agar memiliki sikap terbuka terhadap perbedaan.

Diakon Klaudius Heronimus Luruk, CS, Maximus Kota dan rombongan pendamping bersama para Pemuka Agama Buddha

Sementara itu, Ketua Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Paroki Kerahiman Ilahi, Maximus Kota, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya nyata untuk memperkenalkan nilai keberagaman kepada anak-anak sejak usia dini.

“Kita ingin anak-anak memiliki pengalaman langsung bahwa hidup dalam keberagaman adalah sebuah kenyataan yang harus diterima, dihormati, dan dirawat bersama. Mereka perlu belajar bahwa setiap agama memiliki tempat dan nilai yang harus dihormati oleh sesama,” ujarnya.

Maximus mengatakan, kunjungan ke Pura Agung Amertha Buana dan Vihara Manggala Batam mendapat sambutan hangat dari pemua agama Hindu dan Buddha.

“Harapan kami, anak-anak pulang membawa pengalaman baru, bukan hanya mengenal tempat ibadah umat lain, tetapi juga membawa semangat untuk berteman tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun latar belakang. Persahabatan yang dibangun sejak kecil dapat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai,” katanya.

×
Berita Terbaru Update