Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mgr. Siprianus Hormat Akan Hadir di Batam, Gereja Indonesia Teguhkan Kepedulian bagi Para Migran dan Pekerja Maritim

Rabu, 26 Agustus 2026 | Agustus 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-26T15:03:31Z

Mgr. Siprianus Hormat

Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau KWI akan hadir dalam Peringatan Hari Minggu Migran dan Pengungsi 2026

Kehadiran Mgr. Siprianus Hormat, Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau (KKP-PMP) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), di Batam menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Hari Minggu Migran dan Pengungsi 2026 yang diselenggarakan Stella Maris Batam.


Mgr. Siprianus Hormat, yang juga merupakan Uskup Ruteng, akan hadir dalam rangkaian Seminar Internasional dan Misa Hari Minggu Migran dan Pengungsi 2026 pada Minggu, 20 September 2026 di Pacific Palace Hotel, Batam. Kehadiran beliau menegaskan perhatian Gereja Katolik Indonesia terhadap kehidupan para migran, perantau, pelaut, pekerja maritim, serta keluarga yang ditinggalkan.


Komisi yang dipimpin Mgr. Siprianus merupakan bagian dari struktur KWI yang secara khusus menangani bidang keadilan, perdamaian, serta pastoral migran dan perantau. Dalam struktur KWI periode 2025–2028, Mgr. Siprianus tercatat sebagai Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau.

Migran bukan sekadar tenaga kerja

Bagi Gereja, persoalan migrasi tidak berhenti pada persoalan perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain. Di balik setiap migrasi terdapat manusia dengan martabat, keluarga, harapan, perjuangan dan kerentanan.


Perspektif tersebut menjadi semakin penting ketika berbicara mengenai Anak Buah Kapal (ABK) dan Awak Kapal Perikanan (AKP). Mereka bekerja jauh dari keluarga, menghabiskan waktu berbulan-bulan di laut, menghadapi risiko pekerjaan dan keselamatan, serta menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan perdagangan yang menghubungkan berbagai negara.

Karena itu, perhatian terhadap pekerja maritim merupakan bagian dari panggilan Gereja untuk hadir di tengah kehidupan manusia yang berada dalam situasi rentan.


Dalam berbagai kesempatan pastoralnya, Mgr. Siprianus menekankan bahwa Gereja dipanggil untuk menghadirkan pelayanan yang konkret, membela martabat manusia, dan bergerak dari tindakan karitatif menuju pemberdayaan dan transformasi.


Seminar Internasional akan membahas sejumlah persoalan yang dihadapi pekerja migran maritim, terutama ABK dan AKP, termasuk tata kelola perekrutan dan penempatan, kompleksitas regulasi, struktur biaya (cost structure), risiko eksploitasi dan perdagangan orang, serta penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan melalui gagasan Port Welfare Committee di Batam.

Selain seminar, Mgr. Siprianus juga akan hadir dalam rangkaian Misa Hari Minggu Migran dan Pengungsi 2026, bersama Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko, OFM, Uskup Pangkalpinang, serta para imam di Kevikepan Kepri.


×
Berita Terbaru Update